Ansor Terkini

Mengukir Sejarah Lewat Literasi Digital dan Buku: Resepsi Harlah ke-92 GP Ansor Kota Batu Berlangsung Khidmat

Wathan.id— Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Batu sukses menggelar Resepsi Peringatan Hari Lahir (Harlah) Ansor ke-92 pada Hari Ahad, 31 Mei 2026. Mengambil tempat di Aula MAN Kota Batu, acara yang dimulai sejak pukul 13.45 WIB ini berlangsung dengan penuh khidmat dan semarak. Perayaan tahun ini menjadi momentum krusial bagi organisasi pemuda Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Batu tersebut, yang tidak hanya merefleksikan perjuangan masa lalu tetapi juga menatap masa depan lewat peluncuran karya literasi sejarah dan inovasi digital.

Sebelum memasuki acara seremonial, suasana syahdu sudah menyelimuti ruangan sejak siang hari. Resepsi diawali dengan pembacaan Khataman Al-Qur’an yang dipimpin oleh Ketua Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Kota Batu,Sahabat Ahmad Damanhuri Saifuddin (Gus Udin). Agenda spiritual ini kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil bersama, sebuah ritual khas warga Nahdliyin, yang ditujukan khusus untuk mendoakan para almarhum muharrik (penggerak) GP Ansor yang telah mendahului di Kota Batu.

Laporan Panitia: Puncak dari Rangkaian Khidmat

Ketua Panitia Kegiatan, Sahabat Akhsanul Khitam, dalam laporannya menginformasikan bahwa resepsi hari ini merupakan puncak dari seluruh rangkaian kegiatan peringatan Harlah ke-92 yang sudah berjalan sejak bulan lalu. Rangkaian tersebut dimulai pada tanggal 24 April 2026 dengan agenda kenduri tumpeng yang dilaksanakan secara guyub bersama masyarakat di Balai Desa Sumbergondo. Selanjutnya, pada 10 Mei 2026, seluruh jajaran kader bergerak melakukan ziarah ke makam para tokoh muharrik Ansor yang tersebar di wilayah Kota Batu.

Dalam kesempatan tersebut, Sahabat Akhsanul juga menyampaikan ungkapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, baik internal kader maupun eksternal, yang telah memberikan bantuan materiil maupun moril hingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan sukses. Ia juga menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas segala kekurangan maupun keterbatasan dalam pelayanan yang diberikan oleh jajaran panitia selama rangkaian acara berlangsung.

Kado Istimewa: Buku “Atas Nama Generasi” dan Portal Wathan.id

Memasuki sesi sambutan, Ketua PC GP Ansor Kota Batu, Sahabat M. Rizal Fakhruddin, memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh hadirin. Secara khusus, Rizal menyapa hangat kehadiran keluarga dari para almarhum muharrik Ansor Kota Batu, di antaranya keluarga dari almarhum Sahabat Moch. Dahlan, almarhum Sahabat Muzammil Munif, almarhum Sahabat Saiful Anwar, almarhum Sahabat Djumai Musiran, dan almarhum Sahabat Triono. Kehadiran para ahli waris ini menjadi simbol bhakti organisasi yang tidak pernah melupakan jasa para peletak batu pertama perjuangan.

diskon

Ucapan terima kasih juga dialamatkan kepada deretan tokoh yang memadati kursi undangan. Tampak hadir di antaranya Sahabat Dr. M. Hasanudin Wahid, M.Hum (Sekjen DPP PKB sekaligus Anggota DPR RI) yang bertindak sebagai keynote speaker. Hadir pula perwakilan Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur, Sahabat M. Hasan Abdillah, yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Batu bersama Sahabat Sudiono yang merupakan anggota DPRD Kota Batu dari Fraksi PKB. Dari jajaran struktural NU, hadir Katib Syuriah PCNU Kota Batu KH. Imam Mahfudzi, Ketua PCNU Kota Batu Bapak Takim, M.Pd, serta segenap perwakilan Badan Otonom (Banom) dan Lembaga di bawah naungan PCNU Kota Batu, serta ratusan kader Ansor, Banser, dan MDS Rijalul Ansor se-Kota Batu.

IMG 1203 1
Sahabat Rizal Fakhrudin memberikan sambutan

Dalam pidatonya, Sahabat Rizal mengumumkan sebuah kado istimewa bagi seluruh kader dalam momen Harlah ke-92 ini. Kado tersebut adalah terbitnya buku berjudul “Atas Nama Generasi”, sebuah karya literasi yang mencatat rekam jejak dan sejarah panjang GP Ansor di Kota Batu dari tahun 1936 hingga tahun 2026.

“Kami berharap buku ini tidak sekadar menjadi pajangan, melainkan menjadi pemantik semangat dan dorongan bagi seluruh kader Ansor untuk terus berkarya dalam berbagai dimensi kehidupan, salah satunya melalui dimensi intelektual,” tegas Rizal.

Selain buku, PC GP Ansor Kota Batu juga resmi meluncurkan sebuah wadah informasi dan transformasi digital berupa website resmi dengan domain Wathan.id. Peluncuran ini menjadi penanda bahwa pemuda Ansor Kota Batu siap berakselerasi dan adaptif terhadap perkembangan zaman, terutama dalam menguasai ekosistem media digital.

Apresiasi terhadap karya tulis ini juga datang langsung dari Ketua PCNU Kota Batu, Bapak Takim, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyambut baik dan mengaku bangga dengan lahirnya buku Atas Nama Generasi. Menurutnya, buku ini dapat menjadi media refleksi yang sangat berharga untuk membaca kembali heroisme perjuangan para pendahulu, sekaligus menjadi suntikan motivasi bagi kader Ansor masa kini dalam berkhidmat di Nahdlatul Ulama.

Kilasan Sejarah dan Penyerahan Simbolis

Suasana semakin menarik saat Sahabat Alfi Saifullah, selaku penulis buku Atas Nama Generasi, naik ke atas panggung untuk memaparkan kilasan singkat mengenai isi buku tersebut. Alfi mengungkapkan bahwa penulisan buku ini dilandasi oleh kegelisahan akan pentingnya dokumentasi sejarah lokal.

“Hadirnya buku ini diharapkan mampu membawa kebermanfaatan yang luas di internal GP Ansor Kota Batu agar kita semua lebih melek terhadap sejarah organisasi sendiri. Sejarah ini harus diapresiasi dan menjadi pelecut semangat bahwa apa yang kita nikmati hari ini adalah buah dari konsistensi perjuangan panjang,” urai Alfi. Sesi ini diakhiri dengan penyerahan buku secara simbolis dari Sahabat Alfi kepada Sahabat Rizal selaku Ketua PC GP Ansor Kota Batu.

IMG 1256 1
Penyerahan Penghargaan kepada keluarga muharrik

Peta Ansor Masa Depan Menuju 2045

Sebagai puncak acara, Sahabat Dr. M. Hasanuddin Wahid, M.Hum, menyampaikan paparan ilmiahnya yang bertajuk “Peta Ansor Masa Depan”. Anggota DPR RI yang akrab disapa Cak Udin ini sangat mengapresiasi langkah progresif PC GP Ansor Kota Batu yang dinilainya telah mencetak sejarah baru lewat peluncuran buku dan website.

Dalam orasinya, Cak Udin mengingatkan bahwa tantangan kemasyarakatan dan kebangsaan yang dihadapi Ansor ke depan akan terus berkembang. Oleh karena itu, ia meminta seluruh kader yang hadir untuk tidak gagap teknologi, melainkan harus adaptif dan aktif mewarnai jagat digital dengan konten-konten yang positif, moderat, dan membangun.

Lebih jauh, Cak Udin memproyeksikan visi besar bahwa pada tahun 2045 mendatang—yang bertepatan dengan Indonesia Emas—GP Ansor harus mampu bertransformasi menjadi lokomotif utama lahirnya generasi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang tangguh. “Ansor masa depan adalah Ansor yang berdaulat secara ekonomi, melek secara teknologi, kokoh dalam memegang nilai-nilai keislaman, serta menjadi penjaga utama bagi peradaban kebhinekaan di Indonesia,” pungkasnya.

Setelah seluruh rangkaian orasi dan seremonial selesai, resepsi akbar peringatan Hari Lahir ke-92 ini ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Kyai Gatot Samsuri, selaku Wakil Katib Syuriah PCNU Kota Batu. Acara berakhir dengan tertib, meninggalkan semangat baru yang menyala di dada para kader untuk terus berkhidmat tanpa batas.

IMG 1371 1
Dr. Hasanudin Wahid berpose bersama seluruh hadirin.

Narasi & Ilustrasi: Ayufi Solichodin

Related Articles

One Comment

  1. Ansor harus menapaki peta jalan masa depan dengan langkah yang visioner tanpa tercerabut dari akar sejarah dan nilai-nilai perjuangannya. Modernisasi, digitalisasi, dan perubahan sosial harus dipandang sebagai peluang untuk memperluas pengabdian, bukan alasan untuk meninggalkan jati diri. Kader Ansor perlu menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan kepemimpinan, namun tetap berpegang teguh pada nilai Ahlussunnah wal Jamaah, tradisi ke-NU-an, serta komitmen kebangsaan.

    Jejak para muassis dan pendahulu menjadi kompas moral, sementara tantangan zaman menjadi ruang aktualisasi. Dengan demikian, Ansor tidak hanya menjaga warisan perjuangan, tetapi juga menghadirkan gagasan dan karya yang relevan bagi umat, bangsa, dan generasi mendatang. Bergerak maju, berinovasi, dan berkolaborasi, tanpa kehilangan identitas sebagai kader pejuang, kader umat, dan kader bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button