Sobat Farm’s Ansor Batu Kelola DAM Haji 2026; Transformasi Kemandirian Ekonomi Kader lewat Kemitraan Strategis

Wathan.id – Momentum ibadah haji tahun 2026 membawa warna baru bagi jamaah asal Kota Batu. Dalam langkah progresif yang memadukan kepatuhan syariat dan pemberdayaan ekonomi lokal, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Batu resmi menjalin kerja sama strategis dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al-Ikhlas Kota Batu. Kolaborasi ini difokuskan pada pengelolaan penyembelihan hewan DAM (denda) jamaah haji yang kini dilaksanakan di tanah air.
Bertempat di Kantor KBIHU Al-Ikhlas Kota Batu, Minggu (10/5), prosesi simbolis kerja sama ini menandai pergeseran paradigma pengelolaan DAM haji. Jika biasanya pemotongan hewan DAM dilakukan di tanah suci Makkah, kini melalui ijtihad kemanfaatan, penyembelihan dapat dilakukan di daerah asal jamaah untuk memastikan distribusi daging tepat sasaran bagi masyarakat lokal yang membutuhkan.
Ketua PC GP Ansor Kota Batu, M. Rizal Fakhrudin, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan pengejawantahan dari visi besar Ansor dalam membangun kemandirian ekonomi organisasi. Menurutnya, Ansor tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perputaran ekonomi umat.
“Kami ingin membuktikan bahwa kader Ansor mampu mengelola ekosistem bisnis yang profesional tanpa meninggalkan nilai-nilai santri. Pengelolaan DAM haji di tanah air ini bukan sekadar transaksi dagang, melainkan upaya menjemput keberkahan untuk masyarakat Batu. Uangnya dari jamaah Batu, hewannya dari peternak lokal (kader), dan manfaat dagingnya kembali ke warga Batu,” ujar Rizal dengan penuh semangat.
Rizal juga menambahkan bahwa langkah ini selaras dengan program besar organisasi untuk mencetak entrepreneur muda yang tangguh. “Ini adalah laboratorium nyata bagi kader. Kita mengawal dari hulu ke hilir: mulai dari syariatnya, kualitas ternaknya, hingga ketepatan distribusinya,” imbuhnya.
Ketua KBIHU Al-Ikhlas, H. Samadi, menyatakan optimisme tinggi terhadap kerja sama ini. Menurutnya, memilih Ansor sebagai mitra penyediaan hingga pendistribusian daging DAM bukan tanpa alasan.
“Kami melihat Ansor adalah generasi penerus yang tidak hanya tangguh dalam ranah sosial keagamaan, tetapi juga memiliki entrepreneurship yang mumpuni. Kualitas domba yang disediakan pun sangat prima, memenuhi syarat syar’i,” kata H. Samadi di sela-sela kegiatan.
Di sisi lain, unit usaha milik kader Ansor, Sobat Farm’s, bertindak sebagai eksekutor teknis mulai dari pengadaan hewan, penyembelihan, hingga pengolahan daging. Ismu Aditiya, Penanggung Jawab Sobat Farm’s, mengungkapkan bahwa ekspansi ke layanan DAM haji ini merupakan langkah strategis pasca kesuksesan pengelolaan hewan qurban tahun lalu.
“Tahun lalu omzet kami dari hewan qurban hampir menyentuh angka Rp 100 juta. Tahun ini, kami kembangkan untuk melayani DAM jamaah haji. Kami menjamin kualitas quality control yang ketat untuk setiap customer,” tegas Ismu.
Langkah ini dinilai efektif sebagai instrumen penguatan ekonomi organisasi sekaligus memberikan dampak sosial nyata bagi masyarakat luas. Daging hasil penyembelihan DAM tersebut akan segera didistribusikan kepada para mustahik (penerima manfaat) di wilayah Kota Batu dan sekitarnya, mempertegas peran Ansor sebagai benteng sosial kemasyarakatan.



