NU, Santri, dan Tentara: Sebuah Kolaborasi Untuk Perdamaian Pasca Demonstrasi

Wathan.id- Jumat sore, 12 September 2025, ruang-ruang virtual dipenuhi wajah-wajah serius. Dari Surabaya hingga Banyuwangi, dari Malang hingga Madiun, jajaran TNI di bawah Kodam V Brawijaya duduk satu layar dengan pengurus Ansor-Banser Jawa Timur. Rapat koordinasi ini bukan pertemuan rutin belaka, melainkan tindak lanjut perintah Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan: keamanan negara adalah tanggung jawab bersama, dan Ansor-Banser dianggap mitra strategis dalam menjaga ketenteraman masyarakat.
Pertemuan berlangsung singkat, namun atmosfernya sarat pesan kebangsaan. Pangdam V Brawijaya memimpin langsung jalannya koordinasi yang diikuti para komandan kodim dan pengurus cabang GP Ansor di seluruh kabupaten/kota Jawa Timur. “Tugas kita jelas, mengamankan wilayah masing-masing sebagai antisipasi demonstrasi susulan,” kata seorang perwira dalam rapat itu. Pernyataan itu mengacu pada demonstrasi beberapa hari sebelumnya yang sempat berlangsung ricuh di sejumlah daerah, termasuk Jawa Timur.

Dari layar rapat itu pula lahir kesepakatan: TNI bersama Banser akan membentuk pos-pos pengamanan terpadu. Formatnya disesuaikan dengan level komando. Untuk tingkat Kodim, dibentuk Satuan Setingkat Pleton (SSP). Sementara di tingkat Koramil, dibentuk Satuan Setingkat Regu (SSR). Struktur ini dirancang agar respons keamanan bisa lebih cepat, terukur, dan dekat dengan masyarakat.
Sebagai tindak lanjut konkret, Kodam V Brawijaya juga menginstruksikan apel siaga serentak di masing-masing Kodim. Agenda ini dijadwalkan pada 21 September 2025. Apel bukan sekadar seremonial, melainkan penegasan kesiapan pasukan gabungan menghadapi potensi kerawanan sosial yang mungkin muncul.
Di Malang Raya, koordinasi berlangsung lebih hangat. PC GP Ansor Kota Batu dan Kabupaten Malang memilih bergabung dalam satu ruang koordinasi di Markas Kodim 0818 Malang-Batu. Dari Kota Batu hadir Kasatkorcab Banser, Sahabat Saifud Rosyidin, bersama Wakil Sekretaris PC GP Ansor, Sahabat Minan Nur Rohman, serta pelatih Banser, Sahabat Sukri. Dari Kabupaten Malang, Ketua PC GP Ansor hadir didampingi Kasatkorcab. Mereka duduk bersama, menyimak arahan, sekaligus meneguhkan komitmen.
Sahabat Saifud, seusai rapat, menuturkan bahwa Banser Kota Batu siap menindaklanjuti instruksi Kodam. “Kita bersama TNI akan memastikan kondusivitas wilayah. Kolaborasi ini bukan hal baru, tapi momentum kali ini memberi penekanan khusus, karena kondisi sosial politik tengah menghangat,” ujarnya.
Kerja sama antara TNI dan Banser memang punya sejarah panjang di Jawa Timur. Sejak masa- masa pergolakan politik, Banser dikenal sebagai barisan sipil yang terlatih, disiplin, dan dekat dengan masyarakat. Di sisi lain, TNI sebagai kekuatan resmi negara melihat Banser sebagai mitra yang mampu menjangkau basis-basis sosial yang kadang tak tersentuh aparat formal.
Kini, kolaborasi itu kembali diuji. Di tengah dinamika politik dan derasnya arus protes di jalanan, sinergi TNI dan Banser diharapkan dapat menjadi penyangga ketertiban. Lebih dari sekadar barikade pengamanan, kerja sama ini mencerminkan model gotong royong dalam menjaga republik.
Malam semakin larut ketika rapat virtual berakhir. Instruksi sudah jelas, agenda sudah ditetapkan, dan amanah sudah dititipkan. Tanggal 21 September nanti, apel siaga akan menjadi bukti nyata, bahwa negara tidak berdiri sendiri, melainkan ditopang oleh warga yang rela menjaga demi ketenteraman bersama. -W-



