Menjaga Cahaya Al-Qur’an Tetap Menyala di Desa Beji: TURBA PAC Ansor Junrejo Menyapa Majlis Laa Tansa

Wathan.id- Semangat syiar Islam dan penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) terus mengakar kuat di tengah masyarakat Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Melalui konsistensi kegiatan rutin Majlis Laa Tansa yang digelar setiap Selasa malam Rabu, denyut spiritualitas warga tetap terjaga.
Pada Selasa (19/5/2026), Masjid Baiturahim yang terletak di Dusun Karangjambe menjadi pusat berkumpulnya jamaah. Di bawah naungan sinergi antara Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) dan Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDSRA) Desa Beji, kegiatan ini menjadi bukti nyata bagaimana tradisi komunal mampu bertahan di tengah arus modernisasi.
Majlis diawali dengan khidmat melalui khataman Al-Qur’an oleh para jamaah, yang kemudian dilanjutkan dengan taklim tafsir Al-Qur’an interaktif. Pada pertemuan pekan ini, kajian telah mencapai salah satu ayat krusial dalam dinamika sosial-keagamaan, yaitu Surat At-Taubah ayat 108.
“Janganlah kamu melaksanakan salat dalam masjid itu selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar taqwa sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan salat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang kebersihan yang ingin membersihkan diri…” (QS. At-Taubah: 108)
Kajian tafsir ini memberikan wawasan mendalam kepada jamaah mengenai urgensi niat dan fondasi dalam membangun tempat ibadah serta komunitas. Ayat ini mengisahkan kontras antara Masjid Quba (yang dibangun atas dasar ketaqwaan) dengan Masjid Dhirar (yang dibangun untuk memecah belah umat). Pembahasan ini dinilai sangat relevan dengan komitmen warga Beji untuk terus menjaga kesucian masjid dari paham-paham radikal dan disintegrasi sosial.
Keberlanjutan Majlis Laa Tansa tidak lepas dari kuatnya ikatan sosial di Desa Beji. Agenda malam itu dihadiri langsung oleh Kepala Desa Beji sebagai perwakilan umaro (pemerintah), tokoh agama dari jajaran syuriah dan tanfidziyah NU, serta puluhan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda (GP) Ansor.
Kehadiran lintas generasi dan elemen ini menunjukkan bahwa majelis taklim bukan lagi sekadar ruang ibadah bagi kelompok lansia, melainkan wadah konsolidasi sosial dan kultural yang inklusif.
Kunjungan ini juga bertepatan dengan agenda TURBA (Turun Bawah) dari Pengurus Anak Cabang (PAC) GP Ansor Junrejo. Bagi Ansor, Majlis Laa Tansa adalah potret ideal dari konsep merawat jagat, membangun peradaban di level akar rumput (grassroots).
Berdasarkan data sosiologis, tantangan pemuda di era digital 2026 kian kompleks dengan maraknya pemikiran individualistis dan disrupsi informasi. Oleh karena itu, PAC Ansor Junrejo memandang majelis berbasis masjid seperti ini sebagai “benteng pertahanan” terbaik. Kehadiran fisik di masjid dan interaksi langsung dalam taklim menjadi penawar ampuh terhadap fenomena kesepian sosial dan filter gelembung (filter bubble) di media sosial.
Melalui lantunan ayat suci Al-Qur’an yang konsisten bergema dari musholla ke masjid secara bergilir, Desa Beji tidak hanya sedang merawat tradisi. Mereka sedang membangun sebuah ekosistem masyarakat yang religius, berpengetahuan, dan solid dalam bingkai ukhuwah Islamiyah serta ukhuwah watanizah. Cahaya Al-Qur’an dari Karangjambe ini diharapkan terus menyala, menerangi kehidupan masyarakat dengan ilmu dan kedamaian.
Editor : Alfi Saifullah Fotografer: PAC Ansor Junrejo



