Turba dan Konsolidasi Organisasi PAC GP Ansor Junrejo bersama GP Ansor Ranting Pendem

Wathan.id – Upaya memperkuat konsolidasi organisasi dan meningkatkan kualitas kaderisasi terus dilakukan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Junrejo. Salah satunya melalui kegiatan Turun ke Bawah (Turba) yang kali ini dilaksanakan bersama Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor Pendem pada 16 Mei 2026. Kegiatan tersebut berlangsung hangat, sederhana, namun penuh makna dengan menghadirkan unsur pemerintahan desa, tokoh NU, dewan penasehat, hingga jajaran lengkap pengurus PAC GP Ansor Junrejo.
Kegiatan di Pendem ini menjadi Turba ranting yang ketiga yang dilaksanakan oleh PAC GP Ansor Kecamatan Junrejo. Sebelumnya, agenda serupa telah sukses dilaksanakan di PR GP Ansor Tlekung dan PR GP Ansor Junrejo. Program Turba ini dirancang sebagai langkah berkelanjutan untuk memperkuat komunikasi organisasi, memetakan kondisi kaderisasi di tingkat bawah, sekaligus memastikan seluruh ranting tetap aktif menjalankan roda organisasi.
Turba yang dilaksanakan di wilayah Pendem ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi antar kader Ansor dan Banser, melainkan juga menjadi forum evaluasi, monitoring, serta refleksi terhadap jalannya organisasi di tingkat ranting. Dalam kesempatan tersebut, PAC GP Ansor Junrejo menegaskan komitmennya untuk terus membersamai ranting-ranting agar tetap aktif menjalankan kegiatan organisasi dan kaderisasi.
Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Junrejo dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Turba bukan agenda seremonial milik PAC semata, namun merupakan bentuk pendampingan terhadap kegiatan rutin yang selama ini dilaksanakan oleh pimpinan ranting di seluruh wilayah Kecamatan Junrejo.
“Sebenarnya Turba ini adalah kegiatan untuk memonitoring serta merefleksikan kegiatan rutinan Pimpinan Ranting se-Kecamatan Junrejo. Jadi ini bukan acara PAC, tetapi acara rutinan ranting. PAC hadir untuk membersamai, melakukan visitas kluster, akreditasi, sekaligus melakukan rekapitulasi persoalan dan kendala kaderisasi di bawah,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa keberadaan PAC harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh ranting. Oleh sebab itu, kegiatan Turba menjadi sarana untuk mendengar langsung kondisi di lapangan, mulai dari perkembangan kaderisasi, administrasi organisasi, keaktifan pengurus, hingga berbagai hambatan yang dihadapi kader Ansor dan Banser di tingkat desa.
Menurutnya, penguatan ranting merupakan pondasi utama dalam membangun organisasi yang sehat dan berkelanjutan. Sebab, ranting adalah ujung tombak gerakan kaderisasi Ansor di masyarakat. Jika ranting berjalan aktif dan solid, maka keberlangsungan organisasi akan tetap terjaga.
Kegiatan Turba dan konsolidasi organisasi tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Pendem. Hal ini terlihat dari kehadiran langsung Kepala Desa Pendem, Bapak Tri Wahyuwono Efendi, yang juga dikenal sebagai Anggota Kehormatan GP Ansor. Dalam suasana penuh keakraban, beliau menyampaikan apresiasi atas semangat kader Ansor dalam menjaga tradisi keagamaan, persatuan pemuda, serta kontribusi sosial di tengah masyarakat.
Selain Kepala Desa Pendem, hadir pula Sekretaris Desa Pendem yang sekaligus menjadi Dewan Penasehat GP Ansor Pendem. Kehadiran unsur pemerintahan desa dan tokoh masyarakat tersebut menjadi bukti bahwa GP Ansor masih menjadi bagian penting dalam menjaga harmoni sosial dan penguatan nilai-nilai ke-NU-an di lingkungan masyarakat.
Turut hadir pula Ketua Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama Pendem, Sahabat Ustadz Zahrofi, yang didampingi oleh Katib Syuriah. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan pentingnya menjaga sinergi antara Ansor dengan struktur NU di semua tingkatan agar gerakan organisasi tetap berjalan dalam satu visi perjuangan Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Tidak hanya itu, Dewan Penasehat GP Ansor Pendem, Sahabat Hadi Samsul, juga turut membersamai kegiatan hingga selesai. Kehadiran para sesepuh dan penasehat organisasi memberikan semangat tersendiri bagi para kader muda Ansor dan Banser yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, dari jajaran PAC GP Ansor Junrejo hadir secara lengkap atau full tim sebagai bentuk keseriusan dalam melakukan pendampingan organisasi di tingkat ranting. Beberapa pengurus yang hadir di antaranya Sekretaris PAC, Kasatkoryon Banser, Kasetma, Ketua MDS Rijalul Ansor, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Organisasi, hingga Bendahara PAC GP Ansor Kecamatan Junrejo.
Dengan hadirnya seluruh unsur penting PAC, kegiatan berlangsung lebih interaktif dan komunikatif. Forum diskusi dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai kondisi riil organisasi di tingkat ranting, termasuk persoalan administrasi, regenerasi kader, penguatan kegiatan rutinan, serta upaya membangun komunikasi antar kader muda NU di wilayah Pendem.
Acara dikemas secara sederhana dan penuh kekeluargaan. Tidak banyak seremoni formal, namun lebih menitikberatkan pada dialog organisasi, pemetaan persoalan kaderisasi, serta penguatan komitmen bersama untuk memperbaiki kepengurusan PR GP Ansor Pendem ke depan.
Melalui kegiatan Turba ini, PAC GP Ansor Junrejo berharap seluruh ranting di wilayah Kecamatan Junrejo semakin aktif, tertib administrasi, kuat secara kaderisasi, dan mampu menjadi ruang pengabdian bagi generasi muda Nahdliyin. Selain itu, konsolidasi seperti ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan emosional antar kader serta memperkuat loyalitas organisasi dalam menghadapi tantangan zaman.
Rangkaian Turba PAC GP Ansor Junrejo sendiri direncanakan akan terus berlanjut ke ranting-ranting lainnya di Kecamatan Junrejo sebagai bagian dari ikhtiar membangun organisasi yang lebih solid, progresif, dan responsif terhadap kebutuhan kader di tingkat bawah.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan komitmen seluruh elemen yang hadir untuk terus menjaga kekompakan serta membangun GP Ansor yang lebih progresif, solid, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Editor: Alfi Saifullah Fotografer: Dok. PAC GP Ansor Junrejo



